Makassar Dorong Anak Muda Kurangi Pengangguran Lewat Creative Hub

Wali Kota Makassar
SAMBUTAN. Wali Kota Makassar saat memberikan sambutan diacara IYS Makassar 2025. (Dok. Andi/IN)

MAKASSAR, Inspirasinusantara.id — Untuk menekan angka pengangguran pemuda di Kota Makassar yang masih tinggi, Wali Kota Munafri Arifuddin meluncurkan program unggulan bernama Makassar Creative Hub.

Hal ini disampaikan Munafri saat menghadiri acara Indonesia Youth Summit di Makassar pada Jumat (13/6/2025).

Baca juga: Gaya Hidup Rendah Karbon Tumbuh Perlahan di Makassar

“Kadang kita dengar di Makassar sulit mencari kerja, sulit berusaha. Tapi justru orang dari luar seperti Jakarta dan Bandung datang ke sini membawa skema peningkatan kapasitas untuk anak-anak kita,” ujar Munafri dalam pidatonya.

Baca juga: Rumput Laut di Takalar Serap Karbon Tinggi

Makassar Creative Hub lahir sebagai jawaban atas tantangan besar di kalangan pemuda.

Data Pemerintah Kota mencatat tingkat pengangguran terbuka di Makassar mencapai 9,71%, dengan pengangguran pemuda di angka 10,07%, dan pemuda setengah menganggur mencapai 22,7%.

Munafri, yang akrab disapa Appi, mengatakan program ini dirancang untuk memetakan dan menyalurkan talenta kreatif anak-anak muda Makassar.

Mereka akan terhubung dengan berbagai sektor agar potensi mereka dapat berkembang hingga ke level nasional dan internasional.

“Makassar Creative Hub adalah ruang bagi anak muda kita untuk membentuk karakter dan menyalurkan keinginan mereka. Pemerintah punya tanggung jawab menciptakan wadah itu,” kata Munafri.

Ia mencontohkan salah satu anak muda bertalenta yang kini mendapat perhatian melalui program ini, yakni Khozy, seorang pembuat film muda berbakat dari Makassar.

“Mungkin sebelumnya belum dikenal, tapi hari ini mereka akan terekspos,” tambahnya.

Makassar disebut memiliki keunggulan geografis sebagai kota terbesar dan pintu gerbang Kawasan Timur Indonesia.

Posisi strategis ini diperkuat dengan keberadaan Makassar di jalur perdagangan internasional Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI II), yang menghubungkan Australia dan Asia.

“Kami tidak ingin Makassar hanya menjadi kota transit. Kami ingin orang tinggal lebih lama, menikmati kota ini untuk pendidikan, kesehatan, maupun bisnis,” ujar Munafri.

Melalui program ini, Pemkot berharap dapat meningkatkan rasio wirausaha muda yang saat ini baru mencapai 16,61%.

Dengan skema pembinaan dan penguatan kapasitas, Creative Hub diharapkan menjadi ekosistem kreatif yang mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis talenta muda. (Andi/IN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *