Munafri Arifuddin Pastikan Stabilitas Harga Pangan Makassar Jelang Idulfitri

MAKASSAR,inspirasinusantara.id — Menjelang Hari Raya Idulfitri, stabilitas harga bahan pokok menjadi salah satu perhatian utama di kota-kota besar, termasuk Makassar. Peningkatan permintaan masyarakat pada periode Ramadan hingga Lebaran berpotensi memicu kenaikan harga serta gangguan distribusi pangan jika tidak diawasi secara ketat.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mendampingi Menteri Perdagangan RI Budi Santoso melakukan pemantauan harga dan pasokan bahan pokok di Pasar Terong, Kecamatan Bontoala, Rabu (4/3/2026). Pasar Terong dipilih karena merupakan salah satu pasar tradisional terbesar yang menjadi barometer pergerakan harga pangan di Kota Makassar.

Selain pasar tradisional, rombongan juga memantau harga bahan pokok di ritel modern lokal Baji Pamai Supermarket di Jalan Ranggong, Kecamatan Ujung Pandang. Kunjungan ini melibatkan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta Pemerintah Kota Makassar sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah.

Di lokasi pasar, Munafri bersama Menteri Perdagangan dan Gubernur Sulawesi Selatan berdialog langsung dengan pedagang dan pembeli untuk mengecek harga berbagai komoditas strategis, seperti beras, minyak goreng, gula pasir, daging ayam, telur, cabai, dan bawang.

Munafri mengatakan pemantauan dilakukan untuk memastikan harga kebutuhan pokok tetap berada dalam batas yang wajar menjelang Idulfitri.

“Hari ini kami bersama Bapak Menteri Perdagangan dan Bapak Gubernur mengontrol harga-harga kebutuhan menjelang Idulfitri. Memang ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan, tetapi semuanya masih dalam batas kendali,” ujar Munafri Arifuddin.

Ia menjelaskan, secara umum harga pangan di pasar tradisional Makassar masih berada di bawah ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

“Masih di bawah HET, khususnya yang ada di pasar. Ini menunjukkan harga pangan di Kota Makassar relatif terjaga,” tambahnya.

Pemantauan tersebut juga menjadi bagian dari langkah pemerintah untuk mengantisipasi potensi praktik penimbunan maupun gangguan distribusi yang dapat memicu lonjakan harga selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan bahwa hasil pemantauan menunjukkan aktivitas perdagangan di Makassar berjalan normal dengan kondisi pasar yang tetap ramai oleh masyarakat.

“Hasil pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas perdagangan berjalan normal dan harga kebutuhan pokok relatif stabil,” kata Budi Santoso.

Ia menambahkan bahwa pemerintah pusat bersama pemerintah daerah terus melakukan koordinasi untuk memastikan distribusi bahan pokok tetap lancar hingga periode Idulfitri.

Dalam pemantauan tersebut, sejumlah harga komoditas terpantau bervariasi. Harga cabai rawit berada pada kisaran Rp60 ribu hingga Rp70 ribu per kilogram. Bawang merah sekitar Rp40 ribu per kilogram, sedangkan bawang putih sekitar Rp35 ribu per kilogram.

Harga telur ayam tercatat berkisar Rp57 ribu hingga Rp60 ribu per rak. Daging ayam dijual pada rentang Rp35 ribu hingga Rp38 ribu per kilogram, tergantung ukuran dan kualitas. Sementara itu, gula pasir masih stabil di harga Rp16.500 per kilogram, dan minyak goreng merek Minyakita dijual sesuai ketentuan pemerintah, yakni Rp15.600 per liter.

Bagi Pemerintah Kota Makassar, pengawasan harga pangan tidak hanya berkaitan dengan momentum Ramadan, tetapi juga bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat perkotaan. Stabilitas harga dan kelancaran distribusi menjadi faktor penting dalam menjaga keseimbangan ekonomi lokal di tengah meningkatnya konsumsi masyarakat.

Ke depan, penguatan koordinasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kota menjadi kunci dalam menjaga sistem distribusi pangan yang stabil. Bagi Makassar sebagai pusat perdagangan di kawasan timur Indonesia, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan perkotaan serta memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi menjelang dan setelah Idulfitri.(*/IN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *