MAKASSAR,inspirasinusantara.id – Kebiasaan tidur kembali setelah sahur dinilai dapat memengaruhi kesehatan pencernaan selama menjalankan ibadah puasa. Posisi tubuh yang langsung berbaring setelah makan berpotensi memicu gangguan lambung, terutama jika dilakukan secara rutin.
Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Andi Nurhidayat, menjelaskan tubuh membutuhkan waktu untuk memproses makanan yang baru dikonsumsi saat sahur. Jika seseorang langsung tidur, proses pencernaan dapat terganggu.
“Setelah makan, tubuh membutuhkan waktu untuk mencerna makanan. Jika langsung berbaring, asam lambung bisa naik ke kerongkongan dan memicu rasa tidak nyaman,” ujar Nurhidayat, Sabtu (1/3/2026).
Ia mengatakan kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan seperti refluks asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD). Gejalanya dapat berupa rasa panas di dada, mual, hingga perut terasa penuh.
Menurutnya, kebiasaan tersebut juga dapat memperlambat proses pengosongan lambung sehingga membuat tubuh terasa lebih cepat lelah saat menjalani puasa. Ia menyarankan masyarakat memberi jeda waktu sebelum kembali tidur.
“Usahakan memberi waktu sekitar 30 sampai 60 menit setelah sahur sebelum berbaring. Selama waktu itu bisa digunakan untuk aktivitas ringan seperti berjalan sebentar atau menyiapkan diri untuk salat Subuh,” katanya.
Selain itu, ia mengingatkan agar masyarakat menghindari makanan yang terlalu berminyak atau pedas saat sahur karena dapat memperberat kerja lambung.
Dokter menyarankan pola sahur yang seimbang dengan memperhatikan asupan karbohidrat, protein, serat, dan cairan agar tubuh tetap bugar selama menjalankan puasa.(*/IN)













