INSPIRASINUSANTARA.ID — Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memperingati hari ulang tahun ke-21 dengan mendekatkan kegiatan sosial kepada masyarakat. Melalui Kantor Perwakilan LPS III, lembaga tersebut menggelar road show pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah di lima kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.
Rangkaian kegiatan berlangsung sejak 18 September 2026. Tim Kantor Perwakilan LPS III menyambangi Parepare, Pinrang, Enrekang, Luwu, lalu mengakhiri road show di Kota Palopo pada Selasa, 22 September 2026.
Program tersebut menjadi bagian dari LPS Peduli. LPS bekerja sama dengan tenaga kesehatan dan Palang Merah Indonesia (PMI) untuk memberikan layanan kepada masyarakat umum.
Lima daerah menjadi lokasi road show
Road show LPS bergerak dari satu daerah ke daerah lain selama lima hari. Parepare menjadi salah satu titik awal, kemudian kegiatan berlanjut ke Pinrang, Enrekang, dan Luwu.
Kota Palopo menjadi lokasi terakhir rangkaian kegiatan. Pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah berlangsung di Pelataran Ruang Pola Kantor Wali Kota Palopo.
Kepala Kantor Perwakilan LPS III Fuad Zaen hadir membuka kegiatan tersebut. Ia didampingi Staf Ahli Wali Kota Palopo Bidang Kesejahteraan Rakyat Drs. M. Taufiq Gurrachman, M.Si., Kepala Dinas Kesehatan Kota Palopo Irsan Anugrah, S.KM., M.M., serta Ketua PMI Kota Palopo Drs. H. Haidir Basir, M.M.
Kehadiran unsur pemerintah daerah dan PMI memperlihatkan pola kolaborasi dalam pelaksanaan kegiatan. LPS membawa program sosial, sementara tenaga kesehatan dan PMI mendukung layanan langsung kepada masyarakat.
580 warga ikut pemeriksaan kesehatan
Antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah peserta selama rangkaian kegiatan. Sebanyak 580 orang mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis di lima kabupaten/kota tersebut.
Selain pemeriksaan kesehatan, masyarakat juga mendapat kesempatan untuk mendonorkan darah. Sebanyak 175 orang berpartisipasi dalam donor darah selama road show berlangsung.
Dua kegiatan itu membawa manfaat yang berbeda. Pemeriksaan kesehatan memberi kesempatan kepada warga untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka, sedangkan donor darah membantu mendukung kebutuhan darah melalui PMI.
Bagi LPS, kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendekatan sosial dalam memperingati usia 21 tahun lembaga. Program tidak hanya berlangsung dalam bentuk seremoni, tetapi menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
LPS ingin lebih dekat dengan masyarakat
Fuad Zaen mengatakan LPS ingin memperkuat kehadirannya di tengah masyarakat. Ia menyebut pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah sebagai salah satu bentuk kepedulian lembaga di wilayah kerjanya.
“Di usia ke-21 ini, LPS berupaya untuk terus hadir secara lebih dekat dengan masyarakat,” ujar Fuad.
Menurut Fuad, kegiatan tersebut diharapkan memberi manfaat sekaligus menjadi wujud kepedulian LPS kepada masyarakat. Ia juga menempatkan kegiatan sosial sebagai bagian dari upaya lembaga membangun kedekatan dengan masyarakat.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa peringatan HUT LPS tidak hanya berfokus pada perjalanan kelembagaan. LPS juga membawa agenda sosial ke sejumlah daerah dalam wilayah kerja Kantor Perwakilan LPS III.
Donor darah menjadi bagian penting
Donor darah menjadi salah satu kegiatan utama dalam road show tersebut. Sebanyak 175 orang mengambil bagian dalam kegiatan yang terlaksana bersama PMI.
Keterlibatan PMI menjadi bagian penting karena organisasi tersebut memiliki peran dalam kegiatan donor darah. Kolaborasi ini membuat masyarakat dapat berpartisipasi dalam kegiatan sosial yang memiliki manfaat langsung.
Sementara itu, pemeriksaan kesehatan gratis memberi ruang bagi warga untuk memperoleh layanan kesehatan dalam rangkaian kegiatan yang sama.
Konsep tersebut membuat road show memiliki dua bentuk manfaat. Masyarakat dapat memanfaatkan layanan pemeriksaan sekaligus berkontribusi melalui donor darah.
Dari layanan sosial ke literasi keuangan
Peringatan HUT ke-21 juga berkaitan dengan peran utama LPS dalam sistem keuangan Indonesia. Selama lebih dari dua dekade, LPS menjalankan tugas menjamin simpanan nasabah pada bank dan ikut menjaga stabilitas sistem keuangan.
Peran tersebut membuat LPS tidak hanya berkaitan dengan kegiatan sosial. Keberadaan lembaga juga berhubungan dengan kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan.
Dalam rilisnya, LPS menyebut kegiatan HUT ke-21 menjadi bagian dari komitmen untuk memperkuat kehadiran di tengah masyarakat. Selain memberikan manfaat langsung, LPS ingin meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai perannya dalam menjaga kepercayaan terhadap sistem keuangan Indonesia.
Dengan pendekatan tersebut, kegiatan sosial menjadi salah satu pintu interaksi LPS dengan masyarakat. Warga tidak hanya mengenal LPS melalui fungsi penjaminan simpanan, tetapi juga melalui program yang hadir secara langsung di daerah.
Mandat LPS akan bertambah pada 2028
Peran LPS juga akan berkembang seiring amanat Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).
Melalui regulasi tersebut, LPS memperoleh mandat sebagai penyelenggara Program Penjaminan Polis. Program tersebut akan mulai dilaksanakan pada 2028.
Mandat baru itu memperluas cakupan peran LPS dalam ekosistem keuangan. Selama ini, masyarakat lebih banyak mengenal LPS melalui fungsi penjaminan simpanan nasabah perbankan.
Karena itu, komunikasi kepada masyarakat menjadi semakin penting. Masyarakat perlu memahami fungsi LPS, baik dalam penjaminan simpanan maupun dalam mandat baru terkait penjaminan polis.
Kegiatan seperti road show dapat menjadi salah satu ruang untuk membangun interaksi langsung. Pada saat yang sama, LPS dapat memperkenalkan perannya kepada masyarakat di berbagai wilayah.
HUT LPS bukan sekadar seremoni
Rangkaian road show di lima kabupaten/kota Sulawesi Selatan menunjukkan pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat. LPS membawa kegiatan pemeriksaan kesehatan dan donor darah langsung ke sejumlah daerah.
Sebanyak 580 warga mengikuti pemeriksaan kesehatan. Sementara itu, 175 orang ikut mendonorkan darah.
Angka tersebut menjadi gambaran partisipasi masyarakat dalam rangkaian LPS Peduli. Di sisi lain, kegiatan tersebut juga mempertemukan LPS dengan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, PMI, dan masyarakat umum.
Bagi LPS, momentum HUT ke-21 menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat. Fuad menegaskan keinginan lembaganya untuk terus hadir lebih dekat dan memberikan manfaat nyata.
Setelah melewati Parepare, Pinrang, Enrekang, dan Luwu, rangkaian road show berakhir di Palopo pada 22 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen LPS untuk memperluas kehadiran sosial sekaligus membangun pemahaman masyarakat tentang perannya dalam sistem keuangan Indonesia.
Dua puluh satu tahun perjalanan LPS akhirnya tidak hanya dirayakan melalui angka usia lembaga. Di Sulawesi Selatan, momentum tersebut hadir melalui layanan kesehatan, donor darah, dan interaksi langsung dengan masyarakat. (*/IN)














