Kemenkes Imbau Warga Waspada Penularan Virus Nipah Lewat Makanan

Jakarta, 27 Januari 2026 – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperingatkan masyarakat agar waspada terhadap virus Nipah, terutama risiko penularan melalui makanan sehari-hari yang terkontaminasi. Peringatan ini disampaikan menyusul laporan kasus baru virus Nipah di beberapa negara Asia, sementara Indonesia hingga kini belum mencatat kasus konfirmasi.

Virus Nipah termasuk penyakit zoonosis yang dapat berpindah dari hewan ke manusia. Penularan dapat terjadi saat seseorang mengonsumsi makanan yang terkontaminasi sekresi hewan pembawa virus, seperti air liur atau urine kelelawar buah. Virus ini memiliki tingkat kematian tinggi dan saat ini belum tersedia vaksin maupun obat khusus.

Kemenkes menjelaskan, mencuci buah dan sayuran secara menyeluruh, menghindari makanan yang tampak rusak, serta memasak makanan hingga matang sangat penting untuk mencegah penularan virus Nipah. Praktik kebersihan pangan sehari-hari menjadi bagian dari mitigasi risiko kesehatan publik.

Masyarakat juga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila muncul gejala seperti demam, batuk, pilek, muntah, sesak napas, atau gangguan kesadaran setelah mengonsumsi makanan berisiko atau bepergian ke wilayah terdampak. Tindakan ini bertujuan mendeteksi infeksi sedini mungkin dan mengurangi kemungkinan penyebaran virus Nipah.

Kasus terbaru di India menunjukkan virus Nipah dapat menular antar manusia, termasuk di kalangan tenaga kesehatan. Kemenkes menekankan pentingnya pengawasan ketat di fasilitas publik dan penerapan protokol kesehatan secara konsisten. Edukasi masyarakat mengenai kebersihan makanan menjadi bagian dari pencegahan infeksi.

Di lingkungan perkotaan, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat menjadi langkah preventif utama. Warga disarankan rutin mencuci tangan, menjaga pola makan bergizi, dan memastikan kebersihan lingkungan rumah. Langkah ini tidak hanya melindungi individu, tetapi juga memperkuat ketahanan sistem kesehatan kota terhadap potensi wabah.

Kemenkes menambahkan, kesadaran masyarakat terhadap risiko virus Nipah melalui makanan sehari-hari membantu mencegah penyebaran lebih luas dan mengurangi tekanan pada fasilitas kesehatan. Hal ini menunjukkan hubungan langsung antara kebiasaan warga, keamanan pangan, dan ketahanan kesehatan publik.(frh/IN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *