Munafri Arifuddin Perkuat Kepedulian ke Pekerja Keagamaan

Munafri Arifuddin
PEDULI. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyalurkan paket pangan Ramadan kepada pengurus Masjid Nurul Hidayah, Kelurahan Maccini Gusung, Rabu (4/3/2026). (foto:ist)

MAKASSAR, inspirasinusantara.id — Kesejahteraan pekerja keagamaan di tingkat kelurahan kerap luput dari perhatian, padahal mereka memegang peran penting dalam menjaga aktivitas sosial dan ibadah masyarakat selama Ramadan. Minimnya dukungan operasional bagi pengurus masjid menjadi salah satu tantangan pelayanan sosial berbasis komunitas di Makassar.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyalurkan paket pangan Ramadan kepada pengurus Masjid Nurul Hidayah, Kelurahan Maccini Gusung, Rabu (4/3/2026). Penyerahan dilakukan usai Safari Subuh dan salat berjamaah di masjid tersebut.

Sebanyak 10 penerima manfaat menerima bantuan secara simbolis. Mereka terdiri atas imam, muazin, marbot, petugas kebersihan, petugas keamanan, guru mengaji, hingga pengurus jenazah.

Munafri mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah kota terhadap pekerja keagamaan yang selama ini menjaga fungsi masjid sebagai ruang ibadah sekaligus ruang sosial warga.

“Kami memberikan perhatian kepada para pengurus masjid yang selama ini menjaga kebersihan dan aktivitas masjid. Bayangkan kalau tidak ada lagi yang mau menjadi mereka, tidak akan ada yang membersihkan dan mengatur jadwal masjid,” ujar Munafri.

Ia menilai, masjid bukan sekadar tempat ibadah, melainkan juga pusat pembinaan sosial dan pendidikan keagamaan. Karena itu, menurutnya, dukungan terhadap pengurus masjid menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan aktivitas keagamaan dan kenyamanan jamaah selama Ramadan.

Program Safari Ramadan yang diikuti penyerahan bantuan pangan disebut berlangsung setiap hari dengan lokasi masjid berbeda di sejumlah kecamatan. Kegiatan dilakukan pada waktu subuh maupun malam hari setelah salat isya dan tarawih.

Melalui pendekatan ini, Pemerintah Kota Makassar berupaya memperkuat komunikasi langsung dengan warga sekaligus menyalurkan bantuan sosial berbasis komunitas.

Ke depan, konsistensi dukungan terhadap pekerja keagamaan akan menjadi salah satu indikator keberlanjutan program sosial pemerintah kota, terutama dalam memastikan peran masjid tetap terjaga sebagai pusat pelayanan sosial dan pembinaan masyarakat di Makassar. (*/IN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *