MAKASSAR,inspirasinusantara.id — Peningkatan aktivitas masyarakat selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri kerap membawa konsekuensi bagi kota besar, mulai dari lonjakan volume sampah hingga kebutuhan menjaga ketertiban lingkungan. Pemerintah Kota Makassar menilai tantangan tersebut perlu diantisipasi melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat di tingkat wilayah.
Dalam rangka itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin melanjutkan rangkaian Safari Ramadan Pemerintah Kota Makassar dengan melaksanakan Salat Isya dan Tarawih berjamaah bersama warga di Masjid Babussalam, Jalan Bonto Mene, Kecamatan Rappocini, Rabu (4/3/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda kunjungan pemerintah kota ke sejumlah kecamatan selama bulan Ramadan.
Munafri menyampaikan bahwa Safari Ramadan tidak hanya dimaksudkan sebagai kegiatan keagamaan, tetapi juga sebagai ruang komunikasi langsung antara pemerintah daerah dan masyarakat.
“Safari Ramadan ini sangat penting karena kami hadir di tengah masyarakat untuk membangun komunikasi. Malam ini kami hadir sebagai bentuk silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat,” ujar Munafri Arifuddin dalam sambutannya.
Ia menjelaskan bahwa seluruh kecamatan di Kota Makassar telah masuk dalam jadwal Safari Ramadan yang disusun sebelum bulan puasa dimulai. Melalui kegiatan tersebut, pemerintah kota berupaya memastikan komunikasi dengan masyarakat berjalan secara langsung dan berkelanjutan.
“Masjid-masjid ini telah terjadwal sebelum Ramadan sehingga pelaksanaannya dilakukan secara bergilir di setiap kecamatan,” katanya.
Menurut Munafri, keberhasilan berbagai program pemerintah daerah tidak dapat dilepaskan dari partisipasi masyarakat. Karena itu, komunikasi dan kolaborasi menjadi bagian penting dalam memastikan program publik benar-benar memberi dampak.
“Inilah gunanya kami hadir untuk membangun silaturahmi, membangun kolaborasi, membangun kerja sama sehingga terjadi komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.
Memasuki pertengahan Ramadan, Munafri juga menyoroti peningkatan aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat yang berpotensi menambah volume sampah, terutama dari kemasan makanan dan minuman selama bulan puasa.
Ia meminta jajaran pemerintah wilayah, mulai dari camat, lurah, hingga pengurus RT dan RW, untuk mulai mengantisipasi pengelolaan kebersihan lingkungan menjelang Idulfitri.
“Ini harus diatur dari sekarang bagaimana pembagiannya dan bagaimana kerjanya, supaya nanti pada saat hari raya Idulfitri kita tidak berlebaran dengan tumpukan sampah di lingkungan masing-masing,” kata Munafri.
Menurutnya, pengelolaan kebersihan perlu diperhatikan sejak beberapa hari sebelum Lebaran hingga setelah hari raya, terutama karena sebagian petugas kebersihan biasanya mulai mudik pada periode tersebut.
Selain kebersihan lingkungan, Munafri juga mengingatkan warga untuk menjaga keamanan wilayah. Ia mengimbau masyarakat yang akan meninggalkan rumah saat mudik untuk melapor kepada pengurus RT atau RW setempat serta memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman.
“Pastikan instalasi listrik dan kompor sudah diperiksa sebelum meninggalkan rumah. Keamanan wilayah harus dijaga dengan baik,” ujarnya.
Bagi Pemerintah Kota Makassar, rangkaian Safari Ramadan menjadi salah satu cara memperkuat komunikasi antara pemerintah dan warga dalam menghadapi dinamika kota selama bulan Ramadan hingga Idulfitri. Keterlibatan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kebersihan, keamanan, serta ketertiban lingkungan.
Ke depan, kolaborasi antara pemerintah dan warga di tingkat komunitas diharapkan dapat memperkuat tata kelola kota yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat, sekaligus memastikan lingkungan perkotaan tetap tertata dan nyaman selama momentum keagamaan maupun dalam aktivitas sehari-hari di Makassar.(*/IN)













