Bersihkan Telinga Terlalu Sering Bisa Picu Risiko Kesehatan

INSPIRASINUSANTARA-Kebiasaan membersihkan telinga secara rutin masih banyak dilakukan untuk menjaga kebersihan. Namun, praktik ini dapat meningkatkan risiko kesehatan jika dilakukan terlalu sering dan tanpa cara yang tepat.

Telinga memiliki mekanisme alami untuk membersihkan dirinya sendiri. Kotoran telinga atau serumen berfungsi sebagai pelindung yang menangkap debu, bakteri, dan partikel asing agar tidak masuk ke saluran telinga bagian dalam.

Dokter spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT) dari RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, dr. Andika Pratama, Sp.THT-KL, menjelaskan bahwa penggunaan cotton bud justru berisiko. “Penggunaan cotton bud sering kali tidak membersihkan, tetapi mendorong kotoran masuk lebih dalam,” ujarnya.

Ia mengatakan, kebiasaan tersebut dapat menyebabkan penumpukan serumen di dalam telinga. Kondisi ini berpotensi menimbulkan gangguan pendengaran, rasa penuh di telinga, hingga ketidaknyamanan.

Selain itu, pembersihan telinga yang terlalu sering juga dapat menghilangkan lapisan pelindung alami. Tanpa serumen, telinga menjadi lebih rentan terhadap paparan bakteri dan kotoran dari luar yang dapat memicu iritasi maupun infeksi.

Secara alami, telinga mampu membersihkan dirinya melalui pergerakan rahang saat berbicara atau mengunyah. Proses ini membuat serumen keluar dengan sendirinya tanpa perlu dibersihkan secara rutin.

Menurut dr. Andika, pembersihan telinga sebaiknya hanya dilakukan jika muncul gejala, seperti penurunan pendengaran atau rasa tidak nyaman akibat penumpukan kotoran. Ia menyarankan agar penanganan dilakukan oleh tenaga medis untuk menghindari risiko cedera.

Kebiasaan membersihkan telinga tanpa pemahaman yang tepat dinilai masih umum terjadi. Padahal, alih-alih menjaga kebersihan, tindakan tersebut justru dapat meningkatkan risiko gangguan pada organ pendengaran.(Jmi/IN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *