Banner Pajak

Literasi Keuangan Pemuda Jadi Sorotan, PNUP Gandeng Mandiri Sekuritas Ajarkan Investasi Berbasis Fundamental

Literasi Keuangan
EDUKASI. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema "Literasi Keuangan bagi Pemuda: Optimalisasi Periode Produktif untuk Menabung dan Berinvestasi" ini dilaksanakan di daurbaur “kedai kopi & ekoloka”, Sabtu, 25 Juli 2026. (foto:ist)

MAKASSAR, inspirasinusantara.id —Meningkatnya minat generasi muda terhadap investasi tidak selalu diikuti dengan kemampuan memahami risiko dan cara mengambil keputusan keuangan yang tepat. Di tengah derasnya arus informasi di media sosial dan fenomena Fear of Missing Out (FOMO), Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) bersama PT Mandiri Sekuritas menggelar edukasi literasi keuangan yang menekankan pentingnya investasi berbasis analisis fundamental.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Literasi Keuangan bagi Pemuda: Optimalisasi Periode Produktif untuk Menabung dan Berinvestasi” ini dilaksanakan pada Sabtu, 25 Juli 2026. Program tersebut diikuti sekitar 15–20 peserta dari kalangan pemuda yang ingin meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan dan investasi.

Program ini diselenggarakan sebagai respons terhadap meningkatnya ketertarikan generasi muda memasuki dunia investasi. Namun, di sisi lain, masih banyak keputusan investasi yang dipengaruhi tren media sosial, informasi yang belum terverifikasi, maupun dorongan untuk tidak tertinggal dari orang lain.

Melalui kegiatan tersebut, peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya mengelola keuangan pribadi, membangun kebiasaan menabung sejak usia produktif, serta memahami strategi investasi yang didasarkan pada analisis dan pertimbangan rasional.

BACA JUGA: Dorong Inklusi Keuangan, OJK Fokus pada Literasi Finansial

Sebagai narasumber utama, Branch Manager PT Mandiri Sekuritas Makassar, Muhammad Alvin Ghaniya, menegaskan bahwa investasi bukanlah cara memperoleh keuntungan secara instan, melainkan proses membangun kekayaan secara bertahap melalui disiplin, konsistensi, serta pemahaman terhadap risiko dan potensi imbal hasil.

“Investasi harus dimulai dari pemahaman terhadap bisnis perusahaan. Sebelum membeli suatu saham, investor perlu mempelajari fundamental perusahaan melalui annual report, laporan keuangan, keterbukaan informasi, serta prospek bisnisnya. Dengan demikian, keputusan investasi didasarkan pada nilai perusahaan, bukan hanya pergerakan harga saham dalam jangka pendek,” kata Alvin.

Menurut Alvin, analisis fundamental menjadi landasan penting sebelum seseorang memutuskan berinvestasi. Ia menjelaskan bahwa investor perlu memahami kondisi keuangan perusahaan, prospek pertumbuhan, tata kelola perusahaan (good corporate governance), hingga strategi bisnis yang dijalankan. Ia juga mengingatkan peserta agar tidak menjadikan media sosial atau rekomendasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar dalam mengambil keputusan investasi.

Selain itu, Alvin mengajak peserta melihat dinamika pasar dari perspektif jangka panjang. Menurutnya, penurunan harga saham atau koreksi pasar tidak selalu menjadi sinyal negatif apabila perusahaan yang dipilih memiliki fundamental yang baik.

“Pasar akan selalu mengalami siklus naik dan turun. Investor yang memahami fundamental perusahaan akan melihat kondisi tersebut sebagai peluang, bukan ancaman. Karena itu, fokus utama investor bukan pada fluktuasi harga harian, melainkan pada kualitas perusahaan yang dimiliki,” ujarnya.

Materi yang disampaikan tidak hanya membahas teknik memilih instrumen investasi, tetapi juga menekankan pentingnya membangun perilaku keuangan yang sehat sebelum mulai berinvestasi.

Salah satu konsep yang diperkenalkan adalah delay gratification, yakni kemampuan menunda kepuasan sesaat demi memperoleh manfaat yang lebih besar pada masa mendatang. Melalui pendekatan tersebut, peserta diajak membangun kebiasaan mengendalikan pengeluaran konsumtif, menyusun prioritas keuangan, menabung secara rutin, serta mengalokasikan sebagian pendapatan untuk investasi jangka panjang.

Alvin juga mengingatkan peserta agar tidak menggunakan utang konsumtif untuk memenuhi gaya hidup maupun sebagai modal investasi.

Secara tidak langsung, ia menjelaskan bahwa investasi yang sehat seharusnya dibangun dari arus kas yang baik, disiplin menyisihkan pendapatan, serta keputusan yang didasarkan pada pengetahuan dan analisis, bukan emosi maupun spekulasi.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat PNUP, Serpian, S.ST., M.AB., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam memperluas akses edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pentingnya literasi keuangan.

Menurut Serpian, kemampuan mengelola keuangan kini telah menjadi kompetensi yang perlu dimiliki setiap individu di tengah perkembangan teknologi digital dan semakin mudahnya akses terhadap berbagai instrumen investasi.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan peserta selama pelatihan berlangsung. Lebih dari itu, kami ingin menumbuhkan perubahan perilaku keuangan sehingga peserta mampu membangun budaya menabung, menyusun perencanaan keuangan yang baik, serta menjadi investor yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. Kolaborasi dengan PT Mandiri Sekuritas menjadi bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri dalam menghadirkan edukasi yang aplikatif, berbasis praktik, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini,” ujar Serpian.

Ia menambahkan bahwa penguatan literasi keuangan juga sejalan dengan upaya PNUP mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, serta mampu menghadapi perubahan ekonomi yang terus berkembang.

Menurutnya, melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, perguruan tinggi tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan dan penelitian, tetapi juga berkontribusi meningkatkan kapasitas masyarakat melalui edukasi yang relevan dengan kebutuhan saat ini.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim dosen Program Studi Sarjana Terapan Administrasi Bisnis, Jurusan Administrasi Niaga, Politeknik Negeri Ujung Pandang. Tim pelaksana diketuai Serpian, S.ST., M.AB., bersama Andi Indra Saputra Alamsyah, S.Pd., M.AB., Samsinar, S.Tr.AB., M.AB., Risnawati, M.AB., dan Kurniati Asmar, S.Kom., M.Kom., dengan dukungan mahasiswa yang tergabung dalam tim pelaksana.

Melalui kolaborasi dengan PT Mandiri Sekuritas, PNUP berharap edukasi ini tidak hanya memperkenalkan berbagai instrumen investasi, tetapi juga membangun pola pikir dan perilaku finansial yang lebih sehat. Dengan bekal literasi keuangan yang lebih baik, generasi muda diharapkan mampu mengambil keputusan investasi secara rasional, menghindari praktik investasi yang tidak legal maupun berisiko tinggi, serta memanfaatkan masa produktif untuk membangun kesejahteraan finansial secara berkelanjutan. (sal/IN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *